Malaysia Pimpin Keuangan Islam, Tapi Belum Fokus Fintech Islam

KUALA LUMPUR, citibisnis.com — Malaysia dinobatkan sebagai pemimpin dalam keuangan Islam, memproduksi 26% dari aset keuangan yang sesuai syariah di dunia pada akhir 2017 dengan nilai sebesar US$ 528,7 miliar (RM2,05 triliun). Studi ini menempatkan Asia sebagai pasar terbesar untuk sukuk dan dana Islam.

Namun, ketika dilihat dari sisi teknologi Fintech Islam, kondisinya berbeda. Tentu ada upaya Malaysia untuk menumbuhkan sub-segmen fintech ini. Ada platform online crowdfunding Islam yang disebut Ethis Crowd yang telah mengumpulkan uang untuk 5.000 rumah pada 2017. Pada Juni, sebuah komite Malaysia bernama Majelis Perundingan Melayu (MPM) menandatangani MoU dengan laboratorium blockchain Korea Selatan IncuBlock untuk mengembangkan syariah yang diizinkan oleh syariah blockchain.

Saya akan mempertanyakan perlunya blockchain yang diizinkan oleh syariah, tetapi sampai sekarang saya tidak memiliki konteks ke dalam raison d’ttre di balik pengembangannya dan tidak dapat membentuk opini yang terinformasi. Namun demikian, perkembangannya menampilkan gerakan di depan fintech Islam di Malaysia. *