Ekspor Januari-Agustus Merosot 8,28%

JAKARTA — Nilai ekspor Indonesia pada Januari hingga Agustus 2019 merosot 8,28 persen dibandingkan dengan periode sama 2018. Total nilai ekspor pada delapan bulan pertama 2019 tersebut mencapai 110,07 miliar dolar AS.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto, ekspor nonmigas juga menunjukkan performa buruk. Nilainya mencapai 101,48 miliar dolar AS, menurun 6,66 persen dari tahun sebelumnya.

Khusus nilai ekspor Agustus 2019, jelas Suhariyanto, total mencapai 14,28 miliar dolar AS, merosot 7,60 persen dibandingkan dengan ekspor Juli 2019. Dibandingkan dengan Agustus 2018, nilainya menyusut 9,99 persen.

Suhariyanto menyatakan, ekspor nonmigas Agustus 2019 mencapai 13,40 miliar dolar AS, menurun 3,20 persen dibandingkan dengan capaian Juli 2019. Dilihat dari year on year, ekspor nonmigas Agustus 2019 turun 7,18 persen dibandingkan bulan yang sama 2018.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2019 terhadap Juli 2019, jelas Suhariyanto, terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$157,9 juta (8,23 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$168,8 juta (25,31 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-Agustus 2019 turun 4,33 persen dibanding periode yang sama 2018, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 17,73 persen. Sementara, ekspor hasil pertanian naik 1,53 persen. Suhariyanto menuturkan, ekspor nonmigas Agustus 2019 terbesar adalah ke Cina sebesar US$2,27 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,59 miliar dan Jepang US$1,18 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,62 persen. Sementara, ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,11 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-Agustus 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$20,13 miliar (18,29 persen), diikuti Jawa Timur US$12,59 miliar (11,44 persen) dan Kalimantan Timur US$11,09 miliar (10,08 persen). *