Biaya Investasi di Indonesia belum Efisien

HR Hadi

JAKARTA — Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi bisa menembus 6,0% bila biaya investasi lebih efisien. Kenaikan efisiensi ongkos investasi ini tecermin dari penurunan Incremental Capital-Output Ratio (ICOR).

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengungkapkan, skor ICOR Indonesia berada sebesar 6,3. Ini artinya Indonesia membutuhkan tambahan modal 6,3 untuk menghasilkan satu unit output tambahan.

ICOR merupakan parameter yang menggambarkan besaran tambahan modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output. Semakin tinggi skor ICOR menggambarkan investasi yang dilakukan semakin tidak efisien.

Iskandar menjelaskan, angka ICOR ini masih kalah dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Vietnam saja 4,3, Malaysia 4,6, dan Filipina 3,7. Apa maknanya? Ini jelas memberikan informasi biaya investasi di negara-negara tersebut lebih efisien dibandingkan dengan Indonesia. *