Perlambatan Manufaktur Hambat Pertumbuhan Ekonomi

HR Hadi

JAKARTA – Ekonom Maybank Indonesia menilai perlambatan industri manufaktur bakal menghambat pertumbuhan ekonomi. Ekonom Maybank Indonesia Juniman memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2019 hanya akan menembus level 5,0 %.

Menurut Juniman, salah satu faktor penyebab perlambatan ini adalah penurunan industri manufaktur domestik. Karena itulah, pemerintah perlu berupaya membangkitkan industri manufaktur tersebut.

Indeks PMI Indonesia selama 3 bulan terakhir di bawah angka 50. Meski naik dari 49,0 ke 49,1 pada September, rata-rata PMI dalam kuartal ketiga 2019 hanya 49,2 dan menjadi capaian terendah sejak akhir 2016.

Pemerintah harus meningkatkan industri yang dibutuhkan oleh negara-negara tujuan ekspor nontradisional Indonesia demi menggenjot industri manufaktur. Perlambatan ekonomi tentu akan memengaruhi ekspor ke negara-negara yang biasa menjadi tujuan ekspor Indonesia, di antaranya Amerika Serikat, Cina, dan Singapura.

Secara internal, kata Juniman, pemerintah perlu melaksanakan reformasi bisnis manufaktur. Industri harus cepat beradaptasi dan membuat barang-barang yang sesuai dengan gaya atau keinginan konsumen global. Pemerintah perlu membantu industri melakukan inovasi, baik dari sisi produksi maupun pemasaran. “Kita bisa mengarahkan industri manufaktur yang dibutuhkan negara emerging market, seperti negara di kawasan Afrika, Eropa Timur, dan mitra-mitra nontradisional Indonesia di wilayah Asia,” ungkap Juniman. *