Delapan Persen Proyek Listrik 35 Ribu MW Beroperasi

HR Hadi/citibisnis.com

JAKARTA, citibisnis.com – Proyek pembangunan jaringan listrik berkekuatan 35 ribu megawatt (MW) terus dirampungkan pemerintah. Dari jumlah tersebut, delapan persen atau sebanyak 2.899 MW di antaranya sudah terealisasi dan bahkan sudah beroperasi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan, beberapa proyek masih dalam tahap penyelesaian. Pihaknya mencatat sebanyak 18.207 MW pembangkit masih dalam tahap konstruksi atau mencapai 52 persen. Lalu, sebanyak 11.467 MW proyek pembangkit atau sekitar 32 persen sudah menandatangani perjanjian jual beli listrik, tetapi belum konstruksi. Ada 5,0% atau 1.683 MW masuk tahap pengadaan dan sekitar tiga persen atau 954 MW dalam perencanaan.

Pemerintah mencatat kapasitas terpasang pembangkit listrik hingga akhir 2018 telah mencapai 62,6 gigawatt (GW). Angka ini naik 1,6 gigawatt dibandingkan dengan 2017.

Jonan memperkirakan kapasitas terpasang bisa 68 sampai 70 GW pada 2019 ini. Ada beberapa program yang meningkatkan kapasitas tersebut, di antaranya FTP-1, FTP-2, dan 35.000 MW. Khusus 35 ribu MW, telah terealisasi 2.899 MW dan sudah beroperasi atau sekitar delapan persen. Yan pasti, kapasitas terpasang terus naik dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran, kapasitas terpasang pada 2015 sebesar 55 GW. Setelah itu bertambah menjadi 60 GW pada 2016 dan naik lagi menjadi 61 GW pada 2017. Kapasitas terpasang terus bertambah dalam tiga tahun terakhir. *