Jokowi: Infrastruktur untuk Pemerataan

JAKARTA, citibisnis.com — Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyatakan, pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa sebagai upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Jokowi, keberadaan infrastruktur tersebut akan memunculkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.

“Itu salah satunya untuk pemerataan,” ungkap Jokowi dalam debat capres kelima Sabtu (13/4/2019). Jokowi menyatakan, pemerintahannya juga telah menyalurkan dana desa yang hingga 2019 telah mencapai Rp 257 triliun. “Kita telah transfer sampai 2019 ini Rp 257 triliun dana ke desa-desa, ke 74.900 desa yang ada dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” ungkap Jokowi.

Perputaran dana sebesar Rp 257 triliun itu betul-betul ada di desa-desa tersebut. Ini bisa terjadi karena dia meminta pemanfaatan dana desa agar digunakan untuk proyek-proyek pembangunan di desa masing-masing. Jokowi juga meminta pembangunan proyek di desa tersebut mengutamakan bahan-bahan atau material dari desa tersebut. Pekerjanya juga warga desa setempat sehingga tercipta lapangan kerja.

Khusus mengenai program keluarga harapan (PKH) bagi masyarakat yang belum mampu untuk memperbaiki tingkat kehidupannya, pihaknya sudah menginjeksinya. Ini penting agar anak-anak bisa mendapatkan asupan gizi yang baik dan bisa sekolah. *