Bulog Belum Eksekusi Impor Jagung

HR HADI/CITIBISNIS.COM

JAKARTA, citibisnis.com — Perum Bulog belum mengeksekusi impor jagung sebanyak 30 ribu ton. Kepala Perum Bulog Budi Waseso mengaku masih melihat kondisi riil di lapangan. Terutama terkait dengan stok jagung lokal.

Budi Waseso, yang juga kerap dipanggil Buwas, menyatakan impor jagung tidak boleh merusak harga di pasaran. Dia mengakui pihaknya mendapat amanah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar terus menyerap beras dan jagung di daerah sepanjang musim panen pertama tahun ini. Akan tetapi, pihaknya ingin melihat kondisi riil di lapangan, termasuk jumlah kebutuhan jagung bagi peternak. Pihaknya tak ingin impor berbarengan dengan panen raya jagung.

Kondisi riil perlu dilihat demi menyelamatkan semua pihak, khususnya petani jagung. “Gini, kita belum tahu produksi yang sebenarnya berapa banyak ya kan? Umpanya begini, Garut produksi sekian banyak, kebutuhan berapa banyak. Kalau ada kelebihannya itu, kita ambil untuk kemudian disuplai ke wilayah yang defisit,” ungkap Buwas. *